CYBERGLOBALBHAYANGKARA.ID// Bogor – Pergantian tahun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, tak selalu membawa harapan baru bagi sebagian warga setempat. Sejumlah masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata dan usaha informal mengeluhkan kebijakan penutupan jalur Puncak pada malam tahun baru yang dinilai berdampak langsung terhadap penghasilan mereka.
Warga menyebut, kebijakan pembatasan lalu lintas yang diberlakukan setiap malam pergantian tahun selama lebih dari satu dekade terakhir justru menimbulkan kecemasan. Penutupan jalur Puncak sejak pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB dinilai mematikan aktivitas ekonomi pada jam-jam krusial.
“Justru malam tahun baru itu waktu kami berharap penghasilan paling besar. Tapi jalur ditutup, wisatawan tidak bisa naik, usaha kami ikut berhenti,” ujar seorang pelaku usaha di kawasan Puncak, Selasa (31/12/2025).
Menurut warga, kebijakan tersebut berdampak langsung pada pedagang kecil, pelaku jasa wisata, hingga pekerja harian yang bergantung pada ramainya kunjungan wisatawan saat momen pergantian tahun. Mereka menilai pembatasan kerap diterapkan tanpa adanya dialog yang memadai dengan masyarakat lokal.
Selain itu, warga juga menyoroti kebijakan yang dinilai lebih menitikberatkan pada aspek pengaturan dan pengamanan lalu lintas, tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang harus ditanggung masyarakat setempat. Di sisi lain, mereka menilai masih terdapat aktivitas tertentu yang tetap berjalan tanpa terdampak signifikan oleh kebijakan tersebut.
Kondisi ini membuat pergantian tahun tidak lagi dimaknai sebagai awal yang menjanjikan bagi sebagian warga Puncak. Momen tahun baru justru menjadi pengingat atas kebijakan yang dirasa belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat kecil.
Warga berharap pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat, serta merumuskan solusi yang lebih berimbang. Mereka menilai pengamanan dan pengaturan lalu lintas tetap penting, namun perlu diiringi kebijakan yang adil agar tidak mengorbankan mata pencaharian warga lokal.


Social Footer
Cari Blog Ini
Label