Cari Blog Ini

Label

CYBERGLOBALBHAYANGKARA.ID

Berita terkini dan tranding yang menyuguhkan berita fakta di indonesia

Tesing

Contact form

Developed by ❤️ - Blogger Templates at Piki Templates | Distributed by Free Blogger Templates

Beranda

Breaking News

UPTD Puskesmas Setu I Luncurkan Inovasi BENING, Tingkatkan Kualitas Air Minum Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bekasi

 

Sanitarian UPTD Puskesmas Setu I Kabupaten Bekasi menjelaskan inovasi BENING dalam meningkatkan kualitas air minum perpipaan berbasis masyarakat.
Cyberglobalbhayangkara.id |BEKASI – UPTD Puskesmas Setu I Kabupaten Bekasi terus menghadirkan terobosan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan lingkungan. Salah satu inovasi unggulannya adalah BENING (Bersama Edukasi dan Stikerisasi Kualitas Air Perpipaan Terjamin), sebuah program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan memastikan kualitas air minum perpipaan berbasis masyarakat tetap aman, sehat, dan memenuhi standar kesehatan.


Program ini lahir dari hasil pemetaan yang dilakukan pada 2023. Dari 35 penyelenggara air minum berbasis masyarakat yang tersebar di lima desa wilayah kerja UPTD Puskesmas Setu I, hanya sekitar 11,4 persen yang secara mandiri melakukan pemeriksaan kualitas air. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas air minum memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.


Sanitarian Ahli Muda UPTD Puskesmas Setu I, Sri Werdiningsih Retno Asmara, menjelaskan bahwa inovasi BENING dikembangkan agar hasil pemeriksaan laboratorium tidak berhenti sebagai dokumen administrasi semata, melainkan menjadi sarana edukasi sekaligus dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas layanan air minum.


"Melalui inovasi BENING, hasil pemeriksaan laboratorium kami jadikan sebagai instrumen edukasi, dasar pengambilan keputusan, sekaligus mendorong perubahan perilaku penyelenggara dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat," ujar Sri saat ditemui pada Jumat (24/7/2026).


Menurutnya, inovasi BENING mengintegrasikan berbagai tahapan pembinaan, mulai dari Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), pemeriksaan kualitas air, penyampaian hasil melalui stiker informasi, pemberian rekomendasi teknis, pendampingan, monitoring berkala, komunikasi melalui WhatsApp Group, hingga pertemuan tatap muka.


Model pembinaan tersebut memungkinkan setiap hasil pemeriksaan laboratorium segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. Misalnya, ketika ditemukan kandungan mangan yang belum memenuhi baku mutu, tim sanitarian memberikan rekomendasi teknis berupa flushing jaringan perpipaan, pengurasan toren penampungan, serta pemeliharaan instalasi air secara berkala.


Pendampingan dilakukan hingga penyelenggara benar-benar memahami langkah-langkah perbaikan yang harus diterapkan. Hasil evaluasi menunjukkan kualitas air mengalami peningkatan setelah seluruh rekomendasi teknis dilaksanakan.


Selain meningkatkan kualitas air bersih, inovasi BENING juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. UPTD Puskesmas Setu I bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah, pemerintah desa, kader kesehatan, serta para penyelenggara air minum dalam melakukan pengawasan kualitas air secara berkesinambungan.


Dampak positif inovasi tersebut tidak hanya dirasakan pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap pelayanan publik. Meningkatnya kepercayaan pelanggan berdampak pada optimalisasi pengelolaan dana operasional penyelenggara air minum yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan operasional mushala, pembangunan jalan lingkungan, pemeliharaan lapangan olahraga, santunan anak yatim, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.


Sri berharap inovasi BENING dapat menjadi contoh bagi puskesmas lain dalam membangun sistem pembinaan penyelenggara air minum berbasis masyarakat yang berkelanjutan.


"Inovasi BENING tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penguatan kepedulian sosial. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi oleh puskesmas lain sebagai model pembinaan penyelenggara air minum berbasis masyarakat yang berkelanjutan," pungkasnya.


Berkat manfaat nyata yang dihasilkan, inovasi BENING berhasil memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya sebagai Inovasi Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2025, ASN Inovatif Kabupaten Bekasi Tahun 2025, serta telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik di sektor kesehatan lingkungan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat budaya hidup sehat melalui penyediaan air minum yang aman dan berkualitas.


Editor : Cyber Global Bhayangkara ID

Type and hit Enter to search

Close