Cari Blog Ini

Label

CYBERGLOBALBHAYANGKARA.ID

Berita terkini dan tranding yang menyuguhkan berita fakta di indonesia

Tesing

Contact form

Developed by ❤️ - Blogger Templates at Piki Templates | Distributed by Free Blogger Templates

Beranda

Breaking News

Lima Bulan Pascakebakaran SPBE, Warga Cimuning Mengaku Belum Terima Realisasi Bantuan Perbaikan Rumah

 

Warga Cimuning menunjukkan kondisi rumah terdampak kebakaran SPBE
CYBERGLOBALBHAYANGKARA.ID |BEKASI — Hampir lima bulan setelah peristiwa kebakaran dan ledakan yang terjadi di kawasan SPBE di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, sejumlah warga terdampak masih mengaku menunggu kepastian terkait bantuan dan perbaikan rumah mereka.

Peristiwa tersebut terjadi pada 1 April 2026. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, warga Kampung Cimuning RT 02/RW 03 mengaku kondisi rumah mereka belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kejadian.

Martin, salah seorang warga yang rumah dan rukonya terdampak, mengatakan dirinya bersama warga lainnya masih menghadapi kesulitan akibat kerusakan yang terjadi.

“Sejak 1 April 2026 kami kehilangan tempat tinggal akibat ledakan SPBE di Jalan Cinyosog. Hingga hari ini, 20 Agustus 2026, belum ada realisasi perbaikan rumah dari pemerintah,” ujar Martin.

Keluhan serupa disampaikan Kokom, warga yang rumahnya juga terdampak. Ia mengaku hingga kini masih menunggu adanya kepastian penanganan terhadap kondisi rumah warga.

“Sampai saat ini belum ada aparat pemerintah yang memberikan ketegasan atau penjelasan. Kami masih harus mengontrak tempat tinggal karena rumah belum diperbaiki,” kata Kokom.

Menurut Kokom, kondisi tersebut menjadi beban bagi warga yang terdampak. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan perhatian serta memastikan adanya solusi bagi warga.

“Kami berharap Bapak Gubernur Jawa Barat KDM bisa mendengar jeritan warga yang sedang kesusahan,” ujarnya.

Ketua RT 02, EEN Doni, mengatakan warga di wilayahnya masih menantikan kepastian mengenai penanganan rumah yang terdampak.

“Memang dari pihak PT SPBE belum ada pergantian atau tanggung jawab untuk warga kami yang terkena dampak kebakaran ini. Sampai saat ini warga kami berharap bisa dibantu oleh pihak pemerintah maupun pihak yang terkait,” ucap EEN Doni.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian sehingga warga tidak terus berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.

“Ke mana rakyat kecil harus mengadu? Kami bukan minta lebih, kami hanya minta hak kami: rumah yang layak untuk ditempati,” lanjutnya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi dapat segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak.

Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar mengenai bantuan, tetapi menyangkut tempat tinggal dan kepastian kehidupan setelah musibah yang mereka alami.

Mereka berharap adanya langkah konkret dan komunikasi yang jelas dari pihak-pihak terkait agar persoalan rumah warga terdampak dapat segera memperoleh penyelesaian.

Keluhan warga juga disampaikan melalui media sosial dengan seruan:

“5 bulan sudah kami menunggu.”

Dalam unggahan tersebut, warga menyebut peristiwa kebakaran terjadi pada 1 April 2026 dan hingga 20 Agustus 2026 mereka mengaku belum mendapatkan realisasi perbaikan rumah.

Warga juga menyampaikan kondisi yang mereka alami dan meminta perhatian pemerintah.

“Kami bukan minta lebih. Kami hanya minta hak kami: rumah yang layak.”

Seruan tersebut menjadi bentuk aspirasi warga yang berharap persoalan mereka mendapat perhatian dan penyelesaian.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak PT SPBE serta pihak pemerintah terkait mengenai keluhan warga, termasuk persoalan bantuan dan perbaikan rumah terdampak. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan.

Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan warga dan pihak lingkungan setempat. Pernyataan mengenai belum adanya realisasi bantuan merupakan keterangan dari narasumber dan masih terbuka untuk diklarifikasi oleh pihak-pihak terkait.


Editor : Cyber Global Bhayangkara


Type and hit Enter to search

Close